CARA MEMBUAT DAFTAR ISI

CARA MEMBUAT DAFTAR ISI OTOMATIS

Setelah semua dokumen tersusun dengan rapi lengkap dengan page number-nya, sekarang kita tambahkan salah satu halaman yang keberadaanya cukup penting dalam sebuah buku, makalah atau skripsi. Halaman tersebut adalah halaman daftar isi yang nantinya membantu pembaca dalam menemukan pembahasan yang sedang di cari pada buku atau makalah tersebut.

Gambar diatas menunjukan level-level yang akan kita buat. Tiap level dibedakan dengan tulisan yang semakin menjorok kedalam.

Langkah 1

Blok pada salah satu kata yang nantinya akan dijadikan level pertama, misal pada kata “KATA PENGANTAR” kemudian buat style baru dengan cara klik Ribbon “Home” → Styles “Save Selection as a New Quick Style…” beri nama “Level 1” seperti pada gambar di bawah ini.

Masih dalam keadaan di blok, buka Ribbon “References” → Table of Contents → Add Text → Level 1 seperti pada gambar di bawah.

Jika style pada kata “KATA PENGANTAR” menjadi berubah, bisa diatur kembali dengan memilih style yang telah kita buat (Ribbon “Home” → Styles). Lakukan hal yang sama pada kalimat yang nantinya akan dijadikan level 1. Misal: Kata Pengantar, Daftar Isi, Bab I, Bab II, Bab III dan Daftar Pustaka.

Langkah 2

Untuk sub-bab atau level 2, lakukan seperti langkah 1 di atas dan pada Ribbon References-nya pilih Level 2. Jika masih terdapat sub-sub pembahasan dari tiap bab-nya bisa dilakukan dengan memilih Level 3 dan seterusnya.

Langkah 3

Jika langkah 1 dan langkah 2 selesai dilakukan, selanjutnya adalah menyisipkan isi dari daftar isi pada makalah yang telah kita buat. Caranya, klik di awal halaman setelah judul pada halaman daftar isi yang masih kosong, seperti gambar di bawah.

Langkah 4

Klik Ribbon “References” → Table of Contents “Table of Contents” → Insert Table of Contents… pada jendela Table of Contents isikan jumlah level yang akan ditampilkan, sesuaikan dengan jumlah level yang sebelumnya telah kita buat.

Secara otomatis, daftar isi dari makalah tersebut telah selesai dibuat.

MEN – SHARING PRINTER

MEN – SHARING PRINTER

Sharing printer adalah berbagi printer atau satu printer digunakan oleh beberapa komputer sekaligus. Syaratnya, komputer-komputer yang terhubung tersebut harus dalam satu jaringan yang sama. Sharing printer ini pastinya sangat berguna. Contohnya penggunaan printer bersama di kantor atau juga berguna jika anda membuka tempat fotokopi atau percetakan dimana jumlah komputer anda lebih banyak dari jumlah printer yang anda miliki.

Untuk jenis printer sendiri, tidak masalah mengenai apa jenis printer yang anda gunakan, selama printer yang bersangkutan terinstal di komputer anda dan terpasang secara langsung dengan kabel USB (Universal Serial Bus) atau kabel printer jenis lainnya.

Langkah pertama untuk melakukan sharing printer di jaringan LAN adalah :

– Dari Start Menu kemudian buka ‘Control Panel’
– Pilih opsi ‘Printer and Faxes’
– Klik kanan pada space kosong (masih di area ‘Printer and Faxes’) lalu klik ‘Add a printer’

Berikutnya mengisikan spesifikasi printer yang ingin dihubungkan, seperti memasukkan URL jika akan menghubungkannya pada printer di interner atau pada jaringan kantor/rumahan, lalu klik ‘Next’
– Terakhir, inputkan nama printer di jaringan anda

JARINGAN KOMPUTER

Jaringan komputer (jaringan) adalah sebuah sistem yang terdiri atas komputer-komputer yang didesain untuk dapat berbagi sumber daya (printer, CPU), berkomunikasi (surel, pesan instan), dan dapat mengakses informasi(peramban web).

Agar dapat mencapai tujuannya, setiap bagian dari jaringan komputer dapat meminta dan memberikan layanan (service). Pihak yang meminta/menerima layanan disebut klien (client) dan yang memberikan/mengirim layanan disebut peladen (server). Desain ini disebut dengan sistem client-server, dan digunakan pada hampir seluruh aplikasi jaringan komputer.

Dua buah komputer yang masing-masing memiliki sebuah kartu jaringan, kemudian dihubungkan melalui kabel maupun nirkabel sebagai medium transmisi data, dan terdapat perangkat lunak sistem operasi jaringan akan membentuk sebuah jaringan komputer yang sederhana. Apabila ingin membuat jaringan komputer yang lebih luas lagi jangkauannya, maka diperlukan peralatan tambahan seperti Hub, Bridge, Switch, Router, Gateway sebagai peralatan interkoneksinya.

Klasifikasi jaringan komputer terbagi menjadi :

  1. Berdasarkan geografisnya, jaringan komputer terbagi menjadi Jaringan wilayah lokal atau Local Area Network (LAN), Jaringan wilayah metropolitan atau Metropolitan Area Network (MAN), dan Jaringan wilayah luas atau Wide Area Network (WAN). Jaringan wilayah lokal]] merupakan jaringan milik pribadi di dalam sebuah gedung atau tempat yang berukuran sampai beberapa 1 – 10 kilometer. LAN seringkali digunakan untuk menghubungkan komputer-komputer pribadi dan stasiun kerja (workstation) dalam kantor suatu perusahaan atau pabrik-pabrik untuk memakai bersama sumberdaya (misalnya pencetak (printer) dan saling bertukar informasi. Sedangkan Jaringan wilayah metropolitan merupakan perluasan jaringan LAN sehingga mencakup satu kota yang cukup luas, terdiri atas puluhan gedung yang berjarak 10 – 50 kilometer.
  1. Berdasarkan fungsi, terbagi menjadi Jaringan Klien-server (Client-server) dan Jaringan Ujung ke ujung (Peer-to-peer). Jaringan klien-server pada dasarnya ada satu komputer yang disiapkan menjadi peladen (server) dari komputer lainnya yang sebagai klien (client). Semua permintaan layanan sumberdaya dari komputer klien harus dilewatkan ke komputer peladen, komputer peladen ini yang akan mengatur pelayanannya. Apabila komunikasi permintaan layanan sangat sibuk bahkan bisa disiapkan lebih dari satu komputer menjadi peladen, sehingga ada pembagian tugas, misalnya file-server, print-server, database server dan sebagainya.
  1.  Berdasarkan distribusi sumber informasi/data
    1. Jaringan terpusat

Jaringan ini terdiri dari komputer klien dan peladen yang mana komputer klien yang berfungsi sebagai perantara untuk mengakses sumber informasi/data yang berasal dari satu komputer peladen.

    1. Jaringan terdistribusi

Merupakan perpaduan beberapa jaringan terpusat sehingga terdapat beberapa komputer peladen yang saling berhubungan dengan klien membentuk sistem jaringan tertentu.[9]

  1. Berdasarkan media transmisi data
    1. Jaringan Berkabel (Wired Network)

Pada jaringan ini, untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer lain diperlukan penghubung berupa kabel jaringan. Kabel jaringan berfungsi dalam mengirim informasi dalam bentuk sinyal listrik antar komputer jaringan.

    1. Jaringan nirkabel(Wi-Fi)

Merupakan jaringan dengan medium berupa gelombang elektromagnetik. Pada jaringan ini tidak diperlukan kabel untuk menghubungkan antar komputer karena menggunakan gelombang elektromagnetik yang akan mengirimkan sinyal informasi antar komputer jaringan.

CONTOH ALAMAT DOMAIN

Domain adalah nama unik yang diberikan untuk mengidentifikasi nama server komputer seperti web server atau email server di jaringan komputer ataupun internet. Nama domain berfungsi untuk mempermudah pengguna di internet pada saat melakukan akses ke server. Nama domain ini juga dikenal sebagai sebuah kesatuan dari sebuah situs web seperti contohnya “idewebster.com”. Nama domain kadang-kadang disebut pula dengan istilah URL, atau alamat website.

Sebelum menentukan nama domain harap  mencermati kriteria umum penamaan domain sebagai berikut:

  • Ada kaitan jelas antara nama domain dengan nama organisasi yang didaftarkan.
  • Tidak menggunakan nama yang menunjukkan nama geografis.
  • Tidak melanggar HaKI (Harus melampirkan surat izin dari perusahaan terkait apabila menggunakan nama/merk terkenal).
  • Tidak menggunakan kata-kata yang menimbulkan dampak SARA.
  • Tidak menggunakan kata-kata yang melanggar norma-norma dan kaidah hukum dan agama yang berlaku di Indonesia.
  • Nama domain terdiri dari Alphabet “A-Z”,”a-z”, angka “0-9″, dan karakter “-” serta selalu diawali dengan Alphabet. (RFC819).
  • Panjang nama domain minimum dua (2) karakter dan tidak lebih dari dua puluh enam (26) karakter.

Domain

penggunaan

Persyaratan

.biz bisnis
  • Tidak ada
.com komersial
  • Tidak ada
.info informasi
  • Tidak ada
.net jaringan
  • Tidak ada
.org organisasi
  • Tidak ada

 

Domain

Penggunaan

Persyaratan

.web.id pribadi atau komunitas
  • KTP/SIM/Paspor (masih berlaku)
.co.id

 

komersial, badan usaha dan sejenisnya
  • KTP/SIM/Paspor (masih berlaku)
  • SIUP/TDP/ (Akte Notaris (cover dan hal 1) dan NPWP)
  • Kepemilikan Merk (bila ada)
.net.id penyedia jasa telekomunikasi yang berlisensi
  • KTP/SIM/Paspor (masih berlaku)
  • Surat Izin Usaha Telekomunikasi (ISP, Telco, Seluler, VSAT, dsb)
  • Kepemilikan Merk (bila ada)
.or.id

 

organisasi selain organisasi di atas
  • KTP/SIM/Paspor (masih berlaku)
  • Akta Notaris atau SK Intern Organisasi
.ac.id akademik, universitas, perguruan tinggi dan sejenisnya
  • KTP/SIM/Paspor (masih berlaku)
  • SK Depdiknas Pendirian Lembaga
  • Akte Notaris Pendirian/SK Rektor (Pimpinan Lembaga)
  • Surat Kuasa Pimpinan Lembaga mengenai pendaftaran nama domain .ID
.sch.id sekolah
  • KTP/SIM/Paspor (masih berlaku)
  • Surat Permohonan Kepala Sekolah
  • Surat Kuasa
.go.id

 

institusi pemerintah dan sejenisnya
  • KTP/SIM/Paspor (masih berlaku)
  • Surat Permohonan di tanda tangani oleh Sekjen/Sekut/Sekmen untuk Pemerintah Pusat atau Sekda untuk Pemda (sesuai Permen No. 28/PER/M.KOMINFO/9/2006)
  • Surat Kuasa
.mil.id instansi militer

 

  • KTP/SIM/Paspor (masih berlaku)
  • Surat Permohonan minimal dari pimpinan instansi militer yang mengajukan
  • Surat Kuasa

 

Merupakan top level domain yang diberikan untuk mencirikan negara dari internet domain name. Berikut ini adalah daftar Top Level Negara-negara di Dunia yang dikeluarkan oleh Internet Assign Numbers Authority (IANA). IANA adalah salah satu badan independent yang mengatur masalah pengaturan Domain Internet. Saat ini (per tanggal 1 Januari 2002) terdaftar sebanyak 243 Negara yang terdaftar.

A
.ac – Pulau Ascension *
.ad – Andorra
.ae – Uni Emirat Arab
.af – Afganistan
.ag – Antigua dan Barbuda *
.ai – Anguilla
.al – Albania
.am – Armenia *
.an – Antillen Belanda
.ao – Angola
.aq – Antartika
.ar – Argentina
.as – Samoa Amerika *
.at – Austria *
.au – Australia
.aw – Aruba
.ax – Ã…land
.az – Azerbaijan

D
.de – Jerman
.dj – Djibouti *
.dk – Denmark *
.dm – Dominika
.do – Republik Dominika
.dz – Aljazair (Algeria)

F
.fi – Finlandia
.fj – Fiji *
.fk – Kepulauan Falkland
.fm – Federasi Mikronesia *
.fo – Kepulauan Faroe
.fr – Perancis

G
.ga – Gabon
.gb – Britania Raya (Reserved domain by IANA; deprecated – see .uk)
.gd – Grenada
.ge – Georgia
.gf – Guyana Perancis
.gg – Guernsey
.gh – Ghana
.gi – Gibraltar
.gl – Greenland *
.gm – Gambia
.gn – Guinea
.gp – Guadeloupe
.gq – Guinea Khatulistiwa
.gr – Yunani *
.gs – Georgia Selatan dan Kepulauan Sandwich Selatan *
.gt – Guatemala
.gu – Guam
.gw – Guinea Bissau
.gy – Guyana

R
.re РR̩union
.ro – Rumania *
.rs – Serbia
.ru – Rusia *
.rw – Rwanda

KABEL UTP

Kabel UTP merupakan salah satu media transmisi yang paling banyak digunakan untuk membuat sebuah jaringan local (Local Area Network), selain karena harganya relatif murah, mudah dipasang dan cukup bisa diandalkan. Sesuai namanya Unshielded Twisted Pair berarti kabel pasangan berpilin/terbelit (twisted pair) tanpa pelindung (unshielded). Fungsi lilitan ini adalah sebagai eleminasi terhadap induksi dan kebocoran. Sebelumnya ada juga kabel STP (Shielded Twisted Pair), untuk contoh gambarnya dapat dilihat dibawah:

 

Terdapat beberapa jenis kategori kabel UTP ini yang menunjukkan kualitas, jumlah kerapatan lilitan pairnya, semakin tinggi katagorinya semakin rapat lilitannya dan parameter lainnya.

Kabel UTP yang digunakan pada praktikum ini adalah :

Kabel UTP Category 5e
mampu mentransmisikan data dengan kecepatan sampai 1000 Mbps (1Gbps), frekuensi signal yang dapat dilewatkan sampai 100 MHz.

Untuk pemasangan kabel UTP, terdapat dua jenis pemasangan kabel UTP yang umum digunakan pada jaringan komputer terutama LAN, yaitu Straight Through Cable dan Cross Over Cable
Kabel straight
Kabel straight merupakan kabel yang memiliki cara pemasangan yang sama antara ujung satu  dengan ujung yang lainnya. Kabel straight digunakan untuk menghubungkan 2 device yang berbeda.

Urutan standar kabel straight adalah seperti dibawah ini yaitu sesuai dengan standar TIA/EIA 368B (yang paling banyak dipakai) atau kadang-kadang juga dipakai  sesuai  standar TIA/EIA 368A sebagai berikut:

Contoh penggunaan kabel straight adalah sebagai berikut :

  1. Menghubungkan antara computer dengan switch
  2. Menghubungkan computer dengan LAN pada modem cable/DSL
  3. Menghubungkan router dengan LAN pada modem cable/DSL
  4. Menghubungkan switch ke router
  5. Menghubungkan hub ke router

Kabel cross over
Kabel cross over merupakan kabel yang memiliki susunan berbeda antara ujung satu dengan
ujung dua. Kabel cross over  digunakan untuk menghubungkan 2 device yang sama. Gambar dibawah adalah susunan standar kabel cross over.

Contoh penggunaan kabel cross over adalah sebagai berikut :

  1. Menghubungkan 2 buah komputer secara langsung
  2. Menghubungkan 2 buah switch
  3. Menghubungkan 2 buah hub
  4. Menghubungkan switch dengan hub
  5. Menghubungkan komputer dengan router

Dari 8 buah kabel yang ada pada kabel UTP ini (baik pada kabel straight maupun cross over) hanya 4 buah saja yang digunakan untuk mengirim dan menerima data, yaitu kabel pada pin no 1,2,3 dan 6.

Membuat kabel Straight dan Cross Over
Untuk membuat sebuah kabel jaringan menggunakan kabel UTP ini terdapat beberapa peralatan yang perlu kita siapkan, yaitu kabel UTP,  Connector RJ-45, Crimping tools dan RJ-45 LAN Tester, contoh gambarnya seperti dibawah ini:

Praktek membuat kabel Straight

  1. Kupas bagian ujung kabel UTP, kira-kira 2 cm
  2. Buka pilinan kabel, luruskan dan urutankan kabel sesuai standar TIA/EIA 368B
  3. Setelah urutannya sesuai standar, potong dan ratakan ujung kabel,
  4. Masukan kabel  yang sudah lurus dan sejajar tersebut ke dalam konektor RJ-45, dan pastikan semua kabel posisinya sudah benar.
  5. Lakukan crimping menggunakan crimping tools, tekan crimping tool dan pastikan semua pin (kuningan) pada  konektor RJ-45 sudah “menggigit” tiap-tiap kabel.
  6. Setelah selesai pada ujung yang satu, lakukan lagi pada ujung yang lain
  7. Langkah terakhir adalah menge-cek kabel yang sudah kita buat tadi dengan menggunakan LAN tester, caranya masukan masing-masing ujung kabel (konektor RJ-45) ke masing2 port yang tersedia pada LAN tester, nyalakan dan pastikan semua lampu LED menyala sesuai dengan urutan kabel yang kita buat.
  8. Dibawah ini adalah contoh ujung kabel UTP yang telah terpasang konektor RJ-45 dengan benar, selubung kabel (warna biru) ikut masuk kedalam konektor, urutan kabel dari kiri ke kanan (pada gambar dibawah ini urutan pin kabel dimulai dari atas ke bawah).

Komponen Jaringan Komputer

KOMPONEN JARINGAN KOMPUTER

1. komputer
komputer adalah seperangkat alat pengolah data yang terdiri dari perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software).
komputer itu selalu berkembang sesuai dengan hukum MOORE yang berbunyi “komputer itu selalu meningkat setiap 18 bulan”.

2. NIC
NIC ini adalah suatu perangkat yang menentukan kecepatan jaringan.

3. network device
network device adalah sambungan internet pada suatu perangkat komputer.
jenis – jenis network device adalah :
– switch
– hard
– rooter (penghubung internet dengan jaringan luar)
– AP (access point) yaitu perangkat internet tanpa kabel.

4. media transmisi
seperti :
– wire (penghubung yang menggunakan kabel)
– wireless (penghubung tanpa menggunakan kabel)

5. network operating system (NOS)